Sebabai satu satunya partai yang masih konsisten menjadikan Islam sebagai azas Partai, maka sejatinya PPP memiliki perhatian yang fokus kepada perekonomian ummat, sehingga ummat tidak rentan money politik. Selama ini kita tidak dapat menyalahkan ummat, karena ummat pada umumnya memiliki ketahanan ekonomi yang sangat lemah, sehingga baik dalam pemilihan legislatif maupun pilkada baik I maupun II menjadi rentan politik uang tersebut di atas.
Manakala perekonomian ummat dapat menguat, memiliki kemandirian ekonomi serta kesejahteraan yang memadai, dan berposisi setidaknya golongan menengah ke atas, maka sikap politik mereka akan berubah. yaitu memperhatikan masalah idiologi dalam berpolitik, serta memeiliki respon tentang visi serta program program partai dan lain sebagainya.
Besarnya politik Islam akan sangat tergantung sekali kepada kekuatan ekonomi ummat, kemandirian organisasi Islam serta berkembangnya pendidikan dan pemikiran Islam. Demikian Rudi Sanjaya menjelaskan kepada admin Blog DPW PPP Lampung melalui telepon celulernya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MEMPERTAHANKAN KEDALAMAN MAKNA PANCASILA
kETIDAKSUKAANMegawati pada saat Menjadi Presiden untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila setelah berhasil mengatasi pemberotakan Berda...
-
Haryo Sengkuni adalah tokoh sentral dalam alur cerita pewayangan. Tanpa kehadiran sang patih ini cerita wayang menjadi hambar. Tiada intr...
-
JAKARTA – Janji sejumlah partai politik (parpol) yang gagal lolos untuk mengajukan uji materi ke Mahkamah Agung (MA) akhirnya terbukti. Seb...
-
Merdeka.com - Tahun 2016 telah berlalu dan berganti ke 2017. Disadari atau tidak, sangat banyak capaian pemerintah Indonesia di 2016...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar