Langsung ke konten utama

KPU Coret Caleg Melanggar dari DCT


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengingatkan partai politik dan para calon anggota legislatif (caleg) untuk mematuhi aturan kampanye. Pasalnya, caleg yang melanggar dalam Pemilu 2014 akan dicoret dari daftar calon tetap (DCT).

Anggota KPU Lampung Edwin Hanibal, Senin (21-1), mengatakan ada sejumlah poin yang harus ditaati parpol dan caleg. ”Larangan kampanye sudah tertuang dalam PKPU Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD sehingga seluruh partai dan caleg harus menaatinya,” kata dia.

Menurut Edwin, sesuai dengan Pasal 32 Ayat (1) PKPU Nomor 1 Tahun 2013, parpol dan caleg dilarang mempersoalkan dasar negara Pancasila, UUD 1945, dan bentuk negara (NKRI). Selain itu, selama masa kampanye, parpol dan caleg tidak diperbolehkan melakukan kegiatan yang membahayakan keutuhan NKRI, menghina seseorang, agama, suku, calon dan atau peserta pemilu lainnya.

"Jika itu dilanggar, sanksinya berat bisa dipidana dan dicoret dari daftar caleg tetap,” ujar Edwin.

Sedangkan untuk pelaksanaan kampanye menggunakan media massa, baik cetak maupun elektronik, hanya diperbolehkan selama 21 hari menjelang hari tenang 5 April 2014. Jika ada parpol maupun caleg yang sudah mulai berkampanye melalui media massa, terancam sanksi.

Kemudian, kata Edwin, sesuai dengan Pasal 36 Ayat (5) menyebutkan media massa cetak, online, elektronik, dan lembaga penyiaran selama masa tenang dilarang menyiarkan berita, iklan, rekam jejak peserta pemilu atau bentuk lainnya yang mengarah kepada kepentingan kampanye yang menguntungkan atau merugikan partai peserta pemilu maupun caleg lainnya.

“Dengan peraturan ini, semua yang melanggar aturan kampanye akan mendapat sanksi tegas. Baik partai politik, calon legislatif maupun media massa,” ujarnya.

Siap Mengawasi
Sebelumnya, Ketua Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah mengatakan terdapat beberapa jenis pelanggaran kampanye, di antaranya jadwal, etika, dan pidana. Pelanggaran itu dilakukan parpol, caleg, maupun penyelenggara.

"Kami akan mengawasi seluruh kegiatan kampanye yang dilakukan oleh partai politik maupun kegiatan calon legislatif. Masyarakat bisa melaporkan kepada Bawaslu maupun Panwaslu jika mengetahui ada indikasi tersebut," ujar dia.

Ketua Bawaslu Lampung Nazarudin mengatakan pihaknya bekerja sama dengan kepolisian dan kejaksaan untuk menanggapi adanya pelanggaran itu. Bawaslu Pusat sudah melakukan kerja sama (MoU) dengan Kapolri dan Jaksa Agung untuk penindakan pelanggaran Pemilu 2014.

"Untuk pelanggaran pidana akan kami teruskan ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), sedangkan pelanggaran biasa akan kami teruskan ke Bawaslu Pusat dan KPU," kata dia. (CR-2/U-1)

Komentar

Pos populer dari blog ini

Sekelumit Kisah Sengkuni

Haryo Sengkuni adalah tokoh sentral dalam alur cerita pewayangan. Tanpa kehadiran sang patih ini cerita wayang menjadi hambar. Tiada intrik, tiada trik, tiada pertikaian.

Sengkuni adalah Patih di Negara Astina, negara Kurawa. Berperawakan kurus, wajahnya pucat kebiru-biruan, gaya bicaranya klemak-klemek. Dan, tak jarang terkesan menjengkelkan. Cerdas, pandai bicara dan tangkas.

Namun, prilakunya cenderung berbuat licik, senang menipu, munafik, senang memfitnah, menghasut, mencelakakan orang lain, dan iri hati. Selalu menyimpan dorongan sadis, “biarlah orang lain menderita

DAPIL PILEG LAMPUNG

LAMPUNG TERBAGI DELAPAN DAPIL

Dapil Lampung (Final).
1. Dapil I Kota Bandar Lampung
2. Dapil II Kabupaten Lampung Selatan
3. Dapil III Kota Metro, Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Pesawaran.
4. Dapil IV Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Lampung Barat
5. Dapil V  Kabupaten Lampung Utara, kabupaten Way Kanan
6. Dapil  VI  Kabupaten Tulangbawang, Kabupaten Tulangbawang Barat, Kabuopaten Mesuji.
7. Dapil  VII Kabupaten lampung Tengah
8. Dapil  VIII Kabupaten Lampung Timur.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung menetapkan 85 kursi di DPRD Lampung dari 8 daerah pemilihan (dapil) dalam pemilu legislatif 2014. Kota Metro yang sebelumnya bergabung dengan Lampung Timur, pada pemilu kali ini disatukan dengan Pesawaran dan Pringsewu.

"Penetapan delapan dapil dan 85 kursi tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi KPU dengan partai-partai politik peserta pemilu 2014, di aula KPU Lampung," jelas Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono, Kamis (28/2/2013).

Kedelapan dapil tersebut, terus dia, yakni
1. Dapil …

Tim Ahok Mengkritisi Kepenganutan Kepada Agama Islam

Luar biasa juru bicara Tim Ahok ini sangat lancar berbicara tentang Hoax yang pasa salah satu alenianya dikaitkan dengan kepenganutan Agama Islam di kalangan masyarakat. Yang antara lain dikatakan bahwa  bangsa yang memang terbilang sebagai devisit literasi ini diperparah dengan pembelajaran agama yang bersifat dogmatis. Sehingga ummat Islam terbilang kurang kritis dalam kepenganutannya. Sayangnya sebagai Tim Sukses kandidat Gubenur dan Wakil, nampaknya dalam uraian lebih lanjut yang dimaksud dengan kritis di sini nampaknya adalah tidak kritis dalam mempercayai informasi keagamaan yang merugikan Ahok Jarot. Sehingga nampaknya kita tyak terlalu berharap banyak terhadap ketajaman pemikiran jubir yang nampak kehilangan objektivitas ini.

Namun demikian saya cukup terhibur atas penampilan seseorang yang mengaku aktivis di suatu organisasi Islam dan profesi yang digelutinya adalah sebagai peneliti. Saya berharap yang bersangkutan mendatang akan mengembangkan aktivitasnya bukan sekedar dala…