Minggu, 29 September 2013

Caleg Bekerja Berbasis Dapil

Semula DPW PPP Provinsi Lampung akan menyelenggarakan pelatihan Bekerja Berbasis Dapil bagi para Caleg. Ada lima orang kader PPP Lampung telah mengikuti pelatihan cara kerja berbasis Dapil ini. Rencana ini tertunda tunda hingga beberapa kali dan bahkan terakhir terdengar kabar bahwa Pelatihan Kader Berbasis Dapil  ini  urung dilaksanakan, karena ada kesulitan yang belum dapat teratasi. Sehingga besar kemungkinan pelatihan yang  sangat strategis untuk perolehan suara bagi PPP Provinsi Lampung ini nyaris kehilangan momen. Sementara dalam beberapa kali pertemuan yang saya hadiri terdengar jelas keluhan para Caleg tentang strategi pemenangan  dalam Pemilu tahun 2014  yang semakin dekat ini. Apalagi lebih dari separuh para Caleg adalah terdiri dari wajah baru yang sejatinya sangat membutuhkan bimbingan dalam bekerjasama, karena bekerjasama antar Caleg diyakini akan lebih menghasilkan ketimbang bekerja sendiri sendiri.
Tetapi dengan belum atau bahkan tidak sama sekali akan dilaksanakannya Pelatihan cara Kerja Berbasis Dapil Bagi para Caleg ini maka dikhawatirkan kerjasama antar Caleg tidaklah terwujud hingga Pemilu usai. Dengan demikian maka para Caleg ujung ujungnya hanya bekerja sendiri sendiri saja untuk mendapatkan sebuah kursi. Dan bukan bekerja untuk pembesaran partai. Karena bila kita bekerja untuk pembesran partai maka yang dibutuhkan adalah kerjasama, atau memiliki kesamaan gerak untuk menuju suatu titik klimaks yang ditentukan. 


Sesungguhnya saya telah meminta naskah tulisan kepada para kader yang berkesempatan mengikuti pelatihan cara kerja berbasis Dapil di pusat beberapa bulan yang lalu itu, tetapi karena mereka semua sibuk baik dalam urusan Partai maupun perusahaan masing masing, hingga saat ini tulisan yang ditunggu tunggu itu belum juga muncul. Seringnya muncul teriakan yang sangat meminta petunjuk strategi kerja caleg untuk pemenangan ini, yang belum terjawab tuntas oleh mereka yang berkompeten menjawabnya, maka tulisan ini sekedar tulisan praktis saja mengenai apa yang harus dilakukan, selain cara cara yang selama ini memang sudah dilaksanakan.

Untuk lingkup Kabupaten/ Kota para Caleg telah terbagi dalam wilayah Dapil (Daerah Pemilihan) umpama Dapil I, Wonosobo, Semaka, Pematang Sawa, Bandar Negeri Semong ( untuk memperebutkan 9 kursi) Dapil  II  Kecamatan Kotaagung Barat, Kotaagung Pusat, Kotaagung Timur, dan Gisting, ( untuk me memperebutkan 9 kursi )  Dapil  III, Kec : Sumberejo, Gunungalip dan Talangpadang, ( untuk memperebutkan 8 Kursi ) Dapil IV. Kec. Pulau Panggung, Ulubelu dan Airnaningan, ( untuk memperebutkan  8 kursi ) Dapil  V. Kec. Pugung, Bulok, Limau, Cukuhbalak, Kelumbaian Pusat, kelumbaian Barat, ( untuk memperebutkan 11 kursi )  Tentu saja masing masing Caleg tergabung dalam salah satu Dapil.

Bagilah masing masing masing Dapil  sehingga pembagian terkecil. Bagilah Dapil itu untuk masing masing Kecamatan, lalu dalam kecamatan harus dibagi lagi atas desa desa, dan dalam satu desa terdaat berapa TPS. Dalam  setiap titik TPS harus kita temukan tiga orang kader yang akan dijadikan saksi. Hitung jumlah keseluruhan TPS maka akan diketemukan jumlah kader yang akan di jadikan saksi. Umpama untuk Kabupaten tanggamus Dapil I, yang terdiri dari empat Kedcamatan, yaitu Kecamatan Wonosobo, Kecamatan Semaka, Kecamatan Pematangsawa, Bandar negeri Semong.

Ambil conotoh Kecamatan Semaka terdiri dari berapa desa. Nama nama desa itu harus telah tercatat pada DPC, lalu berapa juml;ah TPS yang ada, setidaknya catatan disesuaikan dengan jumlah TPS pada pemilu tahun 2009. Sebenarnya catatan ini tidak terlalu sulit manakala masing masing DPC memang telah meng-SK-kan pengurus PAC. masing masing, karena atas bantuan PAC itu maka desa desa dalam masing masing Kecamatan secara otomatis akan tercatat. Memang ada juga Ketua DPC yang berani berkata bahwa dia telah menyiapkan 20 orang saksi untuk masing masing TPS di daerahnya. Tentu saja pengakuan ini harus diragukan karena pada DPC yang bersangkutan baru beberapa Kecamatan saja yang Pengurus PACnya telah di SK-kan, apalagi sebabnya kalau bukan ketiadaan kader.

Tetapi sebenarnya belumterlambat, karena masih ada waktu, kita masih memiliki peluang untuk mempersiapkan kader sebanyak 3 orang untuk dalam setiap titik TPS. Kerjasama dengan tiga orang kader ini saya yakin kita masih dapat berusaha mencari suara dalam pemilihan mendatang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MEMPERTAHANKAN KEDALAMAN MAKNA PANCASILA

kETIDAKSUKAANMegawati pada saat Menjadi Presiden untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila setelah berhasil mengatasi pemberotakan Berda...