Sabtu, 20 April 2013

PARA KADER BUTUH KESEJAHTERAAN

JADIKAN PARA KADER PARTAI SEBAGAI KADER NIAGA.

Masa masa Pemilu, Pilpres, Pilgub dan Pilbup/ Walikota adalah masa masa panen bagi orang orang tertentu karena pada saat saat seperti akan berhamburan uang paea calon mengambil simpati untuk dipilih. Tidak kuirang kurang mereka yang jor joran mengeluarkan uang dalam jumlah yang tidak lagi masuk akal sehat. Tetapi itulah kenyataannya karena untuk menjadi calon legislatif saja orang harus menyediakan uang banyak baik untuk ongkos politik atau maupun dihambur hambur melalui pihak pihak yang memposisikan diri sebagai agen yang mengaku memiliki banyak massa yang dikuasainya. Permainan para calo plus transaksi lainnya dalam berpolitik ini membuat praktek politik semakin membutuhkan uang banyak harus dihambur hamburkan.


Keadaan seperti inilah yang mendorong seorang anggota legislatif, gubernur beserta wakil, bupati beserta wakil dan juga walikota beserta wakil, dalam kenyataannya sedikitpun mereka tak ikhlas dengan setiap rupiah uang yang telah dikeluarkannya, dan dengan gelap mata uang itu harus kembali dan bahkan beserta keuntungannya sekaligus. Uang siapa lagi yang harus mereka ambil kalau bukan uang rakyat. Dengan kata lain bahwa pada akhirnya rakyat jualah yang harus menanggung dan menggantikan triliunan rupiah uang yang dihambur hamburkan setiap kali musim pemilihan.

Keadaan seperti ini sesungguhnya bukan tidak diketahui dan disadari akan besar bahaya yang akan mengancam keselematan bangsa ini. Tetapi seperti sebuah koor mengatakan ... " yaah mau bagaimana lagi ...". Kita seperti buntu akal tak ada lagi jalan untuk mengehentikan racun yang akan meruntuhkan kesatuan dan keutuhan NKRI sekaligus. Tidak jarang pula Pilkada yang harus kita bayar mahal, akibat praktek kotor dalam berpolitik yang mengundang kemarahan kelompok kelompk tertentu.

Jengah rasanya rakyat memperhatikan prilaku para calon ..., itulah sebabnya dibeberapa pilkada yang baru lalu menunjukkan partisipasi masyarakat sangatlah kecilnya. Tak satupun calon yang muncul mereka anggap pantas diteladani prilakunya, tak satupun para calon di mata mereka yang memiliki niat baik manakala Ia memenangkan sebuah pemilihan. Mereka tak sudi mendatangi TPS TPS yang telah disediakan untuk memilih.

Sudah saatnya bagi partai untuk berpikir ulang dalam menampilkan diri. Tak dapat dipungkiri bahwa sejatinya masyarakat tak lagi memiliki kepercayaan kepada partai, mereka akan mendekat kepada partai manakala mereka mendapatkan sejumlah uang atau sejumlah keuntungan lainnya yang dapat mereka raih, dan mereka akan kabur manakala keungtungan itu tertutup bagi mereka. Seharusnya partai merubah kebijakan dalam mendekati ummat.

Kalau saja seandainya kaderisasi sejak dahulu tetap dilaksanakan, dan para kader selain dibuat melek politik juga mendapatkan pelatihan motivasi plus keterampilan dalam berniaga, maka bukan tidak mungkin dilingkungan partai ini telah tersusun jaringan perniagaan yang dapat membantu kemudahan bagi para kader dalam berniaga dan mencapai kesejahteraan, tampa kita harus menghambur hamburkan uang pribadi dalam jumlah dan cara seperti yang dipraktekkan selama ini. Seharusnya partai palitik selain menciptakan kader politik juga para kader itu dijadikan kader juga sebagai kader niaga, manakala para kader ini juga sudah menjadi kader niaga, maka mereka bukan akan meminta uang kepada partai, tetapi sebaliknya mereka justeru akan menyumbang kepada partai. Dan kehidupan partai justeru akan dijamin oleh para kadernya sendiri.

Dalam waktu bersamaan kepemimpinan dan pengurus partai benar benar akan ditempati oleh orang orang pilihan, orang orang yang memiliki kepantasan untuk diteladani oleh para kader dan bahkan masyarakat umum, lintas partai sekalipun, tidak seperti sekarang, para kader justeru memaki maki para wakil dan pimpinanya, dan manakala saling berhadapan, merekapun tidak segan segan untuk mempraktekkan kepura puraan. Apalagi umumpun berpendapat bahwa politik adalah tempat berpura pura.

Kita yakin masih banyak pimpinan yang dapat kita ajak berpikir secara jernih, para wakil rakyat yang masih menginginkan berbuat sesuatu yang berguna bagi rakyat, kita yakin masih banyak kader partai yang memiliki nilai perjuangan yang mulia. Sejatinya mereka harus saling bersinergi memikirkan perubahan tampilan partai agar melakukan perubahan perubahan sesuai dengan tuntunan agama. Marulah sejak sekarang kita membina dan mempersiapkan kader kita menjadi orang orang yang mampu dan mandiri dalam mencapai kesejahteraan mereka, karena para kader membutuhkan kesejahteraan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MEMPERTAHANKAN KEDALAMAN MAKNA PANCASILA

kETIDAKSUKAANMegawati pada saat Menjadi Presiden untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila setelah berhasil mengatasi pemberotakan Berda...