Rabu, 17 Juli 2013

PPP di survey 4,3%, Suryadharma Ali Tak Percaya

PPP di Survei 4,3%, Suryadharma Ali Tak Percaya
VIVAnews - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suryadharma Ali, Selasa 16 Juli 2013 berharap, hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Nasional (LSN) dapat memicu kinerja caleg-caleg partainya baik yang di DPR maupun di DPRD. Namun, menurut Suryadharma, dirinya tak mau serta merta mempercayai hasil survei tersebut. Sebab, pada pemilu 2009, hasil perolehan suara PPP jauh melampaui hasil survei.
Pengalaman PPP, pada pemilu sebelumnya, tidak ada satupun lembaga survei yang mengumumkan hasil surveinya di atas 2 persen, bahwa partai-partai yang berbasis agama, sudah tidak mendapat tempat lagi di pemilih, maka basis agama akan lenyap. "Tapi PPP memperoleh suara, melebihi yang disampaikan oleh lembaga-lembaga survei," kata Suryadharma di kediamannya, Kompleks Widya Chandra, Jakarta.
Dari pengalaman itu, kata Suryadharma, survei tidak bisa menjadi patokan perolehan suara. Sebab, respons terhadap masyarakat dalam sebuah partai bisa berubah-ubah.

"Kalau kita runut lagi, PPP adalah partai yang berkali-kali mengalami masa yang tidak baik. PPP memperoleh tekanan, alhamdililah, suara masih bisa dibanggakan, kita hampir mendapat 100 kursi pada saat Orde Baru," ujar dia. Pada saat itu, partainya diprediksi akan mati. Tapi, dalam kenyataannya, PPP justru mendapat 5,8 persen suara.
Menurut Wakil Ketua Umum PPP, Lukman Hakim Syaifuddin, tanpa ada survei itu, partainya juga tetap akan bekerja. "Tetap bergerak ke bawah apalagi setelah kita lakukan pembekalan untuk menghidupkan mesin partai," kata Lukman di tempat yang sama.
Menurut dia, lembaga survei tidak dapat dipercaya, sebab, lembaga-lembaga survei itu tak pernah terbuka mengenai penyandang dananya.
"Sehingga kita tidak tahu survei itu untuk apa. Di negara lain lembaga survei dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki reputasi. Sementara di tempat kita tidak jelas siapa mereka. Metodologinya tidak jelas. Padahal ada ilmunya," ujar dia. Sehingga, menurut dia, PPP tak akan terpengaruh dengan hasil survei.
Hal yang sama juga disampikan oleh Sekertaris Jenderal PPP, Romahurmuziy. Menurut Romi, begitu biasa Romahurmuziy itu disebut, survei hanyalah potret realitas sesaat yang diwakili oleh koresponden. Oleh karena itu, hasil lembaga survei satu dan lainnya, hasilnya berbeda.
"PPP kan belum mengerahkan semua mesin elektoral, caleg juga belum bekerja secara total," kata dia.
Berikut elektabilitas partai politik bila pemilu digelar hari ini berdasarkan survei LSN:
1. Partai Golkar 19,7 persen
2. PDI Perjuangan 18,3 persen
3. Partai Gerindra 13,9 persen
4. Partai Hanura 6,9 persen
5. Partai Demokrat 6,1 persen
6. PKB 4,8 persen
7. Partai Nasdem 4,6 persen
8. PPP 4,3 persen
9. PAN 3,8 persen
10. PKS 3,8 persen
11. PBB 1,4 persen
12. PKPI 0,5 persen
13. Tidak memilih 11,9 persen.
Survei LSN digelar tanggal 1-10 Mei 2013 di 33 provinsi yang ada di seluruh Indonesia. Populasi dari survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang minimal telah berusia 17 tahun. Jumlah sampel sebesar 1.230 responden yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak bertingkat atau multistage random sampling, dengan margin of error 2,8 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sementara pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan bantuan atau pedoman kuesioner. Responden terdistribusi 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan. Hasil survei juga dilengkapi dengan riset kualitatif berupa media analisis dari sejumlah surat kabar nasional dan daerah. (umi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MEMPERTAHANKAN KEDALAMAN MAKNA PANCASILA

kETIDAKSUKAANMegawati pada saat Menjadi Presiden untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila setelah berhasil mengatasi pemberotakan Berda...