Kamis, 23 Mei 2013
FACHRY HAMZAH: SEBAIKNYA PKS KELUAR DARI KOALISI
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah menginginkan agar partainya segera keluar dari koalisi partai pendukung pemerintah. Pasalnya, selama ini, Fahri mengaku tak mendukung gaya kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Saya ingin sekali partai ini keluar dari koalisi. Saya termasuk yang memprotes cara kepemimpinan SBY," ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Rabu (22/5/2013). Anggota Komisi VII yang kini dipindah ke Komisi III itu mengaku keinginannya itu hanyalah pendapat pribadi dan berbeda dengan keputusan Majelis Syuro PKS.
Minggu, 19 Mei 2013
KESAKSIAN A.FATANAH MENYELAMATKAN MUKA LHI DAN PKS
dakwatuna.com – Jakarta. Hari ini, Jumat (17/5) Ahmad Fathanah hadir di persidangan terkait dugaan kasus suap impor daging sapi. AF dihadirkan sebagai saksi.
Kesaksian AF memang sangat ditunggu-tunggu, karena AF memegang peranan penting guna menjawab semua tuduhan yang dialamatkan kepada LHI dan PKS, mengingat saksi-saksi yang hadir sebelumnya selalu mengaitkan Nama LHI dan PKS sebagai pihak yang terkait dengan dugaan suap impor daging.
Seperti biasa awak media sudah bersiap-siap meliput sebelum persidangan dimulai, bahkan TV One dan Metro TV menyiarkan secara langsung (live) persidangan kali ini agar masyarakat dapat menyaksikan langsung bagaimana kesaksian AF di persidangan.
Awalnya siaran ini berlangsung dengan lancar dan biasa-biasa saja layaknya persidangan kasus-kasus korupsi lainnya. Namun ketika AF mulai menyampaikan kesaksiannya, semua terperangah dan terkejut dengan kesaksian yang di berikan AF.
Apa yang disampaikan AF bertolak belakang dengan Opini (bahkan menjurus fitnah) yang selama ini diberitakan berbagai media, bahkan boleh dikatakan kesaksian AF ini merontokkan dan menjungkirbalikkan Opini yang berkembang.
Sabtu, 18 Mei 2013
Ijtihad Politik Yang Terganjal
Gunjingan yang menerpa PKS akibat keterlibatan Presidennya dalam upaya penyuapan untuk kebijakan import daging sapi bagi saya pribadi sangat menyesakkan dada. Karena sesungguhnya kehadiran PKS akhir ini adalah merupakan upaya ijtihad politik sekelompok komunitas Islam dalam upaya mencari format politik Islam yang ideal untuk bangsa Indonsia. Perubahan yang dilakukan oleh PKS sangat berani dan cukup diametral. Partai yang dibesarkan dari kelompok diskusi dan pengajian ini sempat berkembang di kampus kampus dan komunitas anak muda. Dahulu PKS sangat berupaya menerapkan nilai nilai Islam dalam berpolitik, yang kelak PKS menyatakan diri sebagai partai terbuka sebagai hasil ijtihadnya, yang ingin memperaktekkan cara hidup berdampingan dengan non muslim, sebagai resiko dari Indonesai yang majemuk ini.
Kecewa?. Memang banyak pihak yang kecewa dengan perubahan arah perjuangan PKS, tetapi itu merupakan resiko dari upaya pembesaran PKS untuk menempati kelompok atas. Tetapi dalam waktui bersamaan dengan adanya kasus ini upaya untuk membangun citra politik Islam sepertinya akan terhenti sejenak. Untuk kembali merenungi perjalanan ijtihad politik yang dilakukan oleh PKS.
kalaupun PKS, PAN dan PKB dengan ijtihad politiknya lalu menjadi partai terbuka, tentu saja ini belum bisa dianggap final, masih akan diuji, nanti sejarah yang akan menyeleksinya. Kausus belum dapat dikatakan ijtihad Politik PKS. menemui kegagalan, karena kasus ini tidak merupakan bagian dari ijtihad itu, melainkan kelalaian yang bersifat individual. Tetapi karena melibatkan petinggi partai, maka tak pelak partai akan terbawa bawa, apalagi media secara kejam mencari cari relevansinya.
Akan lebih baik manakala kita harus bersabar untuk memberikan kesempatan para politisi Islam guna melanjutkan ijtihadnya dalam menentukan arah kemana ummat ini akan di bawa. Hanya saja tentu yang kita harapkan adalah kemampuan para politisi muslim agar mampu memperagakan cara berpolitik yang Islami, baik menggunakan atau menanggalkan ember embel Islam dalam berpolitik.
terlebih mereka yang membawa nama besar, dengan segudang prestasi dalam berpolitik hendaknya akan lebih hati hati dalam menerapkan hasil ijtihad politik, sehingga sejarah tidak akan terkecoh dalam menilai apakah ijtihad yang diterapkan gagal atau memang tidak sepenuhnya dilaksanakan.
Kecewa?. Memang banyak pihak yang kecewa dengan perubahan arah perjuangan PKS, tetapi itu merupakan resiko dari upaya pembesaran PKS untuk menempati kelompok atas. Tetapi dalam waktui bersamaan dengan adanya kasus ini upaya untuk membangun citra politik Islam sepertinya akan terhenti sejenak. Untuk kembali merenungi perjalanan ijtihad politik yang dilakukan oleh PKS.
kalaupun PKS, PAN dan PKB dengan ijtihad politiknya lalu menjadi partai terbuka, tentu saja ini belum bisa dianggap final, masih akan diuji, nanti sejarah yang akan menyeleksinya. Kausus belum dapat dikatakan ijtihad Politik PKS. menemui kegagalan, karena kasus ini tidak merupakan bagian dari ijtihad itu, melainkan kelalaian yang bersifat individual. Tetapi karena melibatkan petinggi partai, maka tak pelak partai akan terbawa bawa, apalagi media secara kejam mencari cari relevansinya.
Akan lebih baik manakala kita harus bersabar untuk memberikan kesempatan para politisi Islam guna melanjutkan ijtihadnya dalam menentukan arah kemana ummat ini akan di bawa. Hanya saja tentu yang kita harapkan adalah kemampuan para politisi muslim agar mampu memperagakan cara berpolitik yang Islami, baik menggunakan atau menanggalkan ember embel Islam dalam berpolitik.
terlebih mereka yang membawa nama besar, dengan segudang prestasi dalam berpolitik hendaknya akan lebih hati hati dalam menerapkan hasil ijtihad politik, sehingga sejarah tidak akan terkecoh dalam menilai apakah ijtihad yang diterapkan gagal atau memang tidak sepenuhnya dilaksanakan.
Langganan:
Postingan (Atom)
MEMPERTAHANKAN KEDALAMAN MAKNA PANCASILA
kETIDAKSUKAANMegawati pada saat Menjadi Presiden untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila setelah berhasil mengatasi pemberotakan Berda...
-
Haryo Sengkuni adalah tokoh sentral dalam alur cerita pewayangan. Tanpa kehadiran sang patih ini cerita wayang menjadi hambar. Tiada intr...
-
JAKARTA – Janji sejumlah partai politik (parpol) yang gagal lolos untuk mengajukan uji materi ke Mahkamah Agung (MA) akhirnya terbukti. Seb...
-
Merdeka.com - Tahun 2016 telah berlalu dan berganti ke 2017. Disadari atau tidak, sangat banyak capaian pemerintah Indonesia di 2016...


