FACHRUDDIN
PPP tak mungkin akan keluar sebagai pemenang dalam Pemilu tahun 2014 yang akan datang, kenapa , karena memang PPP tak memiliki gerak dan program untuk keluar sebagai pemenang pertama dalam Pemilu yang akan datang. Lalu bila seandainya ada usaha untuk itu, apakah PPP berpeluang menang, tidak juga untuk Pemilu tahun 2014 ini, tetapi peluang PPP untuk memperbaiki peringkat tentu terbuka lebar. Memang tidaklah perlu PPP memforsir diri untuk keluar sebagai pemenang bila keadaan perpolitikan bangsa kita masih seperti ini, dalam perpolitikan yang serba riba ini saya ingin anjurkan agar PPP sekefar mempertahankan eksistensi partai, untuk tidak dikatakan sekedar menjaga agar tergradasi dari perpolitikan. Bila seandainya memungkinkan maka pada DPRD Provinsi dan Kabupaten/ Kota kita berharap PPP mampu mebentuk fraksi sendiri, itu saja sudah sangat pretise.
Jumat, 19 April 2013
Minggu, 14 April 2013
POLITIK, BELAJAR DARI KASUS "TSUNAMI ACEH"
NEGARA ADIDAYA SANGAT BERKEPENTINGAN, KITA TAK BERDAYA KARENA MEMILIKI MENTAL KORUP, KORUPSI ADALAH KEHARUSAN DALAM SISTEM RIBA.
Laut tenang di Selat Sunda.
FACHRUDDIN
Tsunami Aceh telah lama berlalu dan kini nyaris kita lupakan, Padahal tsunami Aceh masih menyisakan pertanyaan besar yang tak kunjung terjawab, sejatinya peristiwa itu memiliki pelajaran yang sangatlah pentingnya, terkait ekonomi , kekuasaan dan politik. Siapa nyana peristiwa yang kita anggap peristiwa alam biasa ternyata adalah rekayasa politik, demi kekuasaan dan ekonomi. Sayangnya kita lemah sehingga tak mampu menjadikan peristiwa tsunami Aceh sebagai pelajaran dalam berpolitik baik global, nasional maupun regional dan bahkan lokal.
Bahkan kitapun ikut larut untuk mempraktekkan bahwa dalam politik dan kekuasaan bagaikan dua sisi mata uang yang menyengsarakan. Di setiap transisi kekuasaan, di negara adikuasa selalu ditopang oleh ekonomi dan militer, keduanya memiliki peran sentral dalam pergantian kekuasaan, dan inves untuk itu akan digantikan dengan cara menindas manusia umumnya yang tersebar dalam kemiskinan dan ketertinggalan. Penindasan penindasan itu dilakukan dalam praktek riba yang mahadahsyat. Banyak negara berkembang yang tak kuasa mengantisipasinya, dan mempertuturutkan hawa nafsu dan keserakahan mereka menjadi pilihan yang sangat menyakitkan.. Sepertinya Pemilu 2014 yang akan datang tidak akan hening dari praktik riba dalam berpolitik, yang tidak lain adalah untuk kepentingan ekonomi dan kekuasaan.
FACHRUDDIN
Tsunami Aceh telah lama berlalu dan kini nyaris kita lupakan, Padahal tsunami Aceh masih menyisakan pertanyaan besar yang tak kunjung terjawab, sejatinya peristiwa itu memiliki pelajaran yang sangatlah pentingnya, terkait ekonomi , kekuasaan dan politik. Siapa nyana peristiwa yang kita anggap peristiwa alam biasa ternyata adalah rekayasa politik, demi kekuasaan dan ekonomi. Sayangnya kita lemah sehingga tak mampu menjadikan peristiwa tsunami Aceh sebagai pelajaran dalam berpolitik baik global, nasional maupun regional dan bahkan lokal.
Bahkan kitapun ikut larut untuk mempraktekkan bahwa dalam politik dan kekuasaan bagaikan dua sisi mata uang yang menyengsarakan. Di setiap transisi kekuasaan, di negara adikuasa selalu ditopang oleh ekonomi dan militer, keduanya memiliki peran sentral dalam pergantian kekuasaan, dan inves untuk itu akan digantikan dengan cara menindas manusia umumnya yang tersebar dalam kemiskinan dan ketertinggalan. Penindasan penindasan itu dilakukan dalam praktek riba yang mahadahsyat. Banyak negara berkembang yang tak kuasa mengantisipasinya, dan mempertuturutkan hawa nafsu dan keserakahan mereka menjadi pilihan yang sangat menyakitkan.. Sepertinya Pemilu 2014 yang akan datang tidak akan hening dari praktik riba dalam berpolitik, yang tidak lain adalah untuk kepentingan ekonomi dan kekuasaan.
Rabu, 10 April 2013
Rabu, 03 April 2013
ABARAHAM SAMAD HARUS BISA MENGALAHKAN DIRINYA SENDIRI.
Berdasarkan temuan Komite Etik KPK maka asetidaknya ada empat hal yang belum dimiliki Abraham samad selaku Ketua KPK, keempat hal itu adalah (1) Berpegang teguh pada prinsip persamaan dan keterbukaan, (2) Prilaku yang bermartabat dan berintegritas, (3) Mampu membedakan hubungan yang bersifat pribadi dan profesional, (4) Mampu menjaga rahasia. Kita berharap banyak kepada KPK, tetapi dilain pihak seyogyanya menunjukkan keteladanan kepada aparat hukum lainnya. Empat stempul mengecewakan yang melekat pada Abraham Samad sangat disesalkan, walaupun ternyata Komite Etik KPK memberikan hukuman yang seringanringannya.
Kita bersimpati kepada Abraham Samad yang memang sejatinya adalah manusia biasa dan tak luput dari berbagai kekhilafan, namun
Kita bersimpati kepada Abraham Samad yang memang sejatinya adalah manusia biasa dan tak luput dari berbagai kekhilafan, namun
Abraham dan Adnan Terbukti Langgar Kode Etik
Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja terbukti melanggar kode etik pimpinan terkait bocornya dokumen konsep surat perintah penyidikan atas nama Anas Urbaningrum.
"Komite etik menjatuhkan putusan final dan mengikat yaitu menyatakan terperiksa 1 Abraham Samad melakukan pelanggaran sedang terhadap pasal 4 huruf b dan d pasal 6 ayat 1 huruf b, d, r, dan v kode etik pimpinan KPK, menjatuhkan sanksi berupa peringatan tertulis yaitu Abraham Samad harus memperbaiki sikap, tindakan, dan perilakunya," kata Ketua Komite Etik Anies Baswedan dalam sidang terbuka Komite Etik KPK di Jakarta, Rabu.
Perbaikan perilaku yang diminta Komite Etik tersebut adalah pertama, memegang teguh prinsip kebersamaan dan keterbukaan, kedua perilaku yang bermartabat dan berintegritas, ketiga mampu membdedakan hubungan bersifat pribadi dan prodfesional dan keempat menjaga jaga ketertiban komunikasi dan kerahasiaan KPK.
IRGAN TAK TERLIBAT KASUS SUAP
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX Irgan Chairul Mahfiz merampungkan pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi perkara suap Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) dengan tersangka Haris Andi Surahman, Kamis (28/3/2013) siang.
Kepada wartawan, dia mengaku hanya membantu KPK guna mengklarifikasi beberapa hal. Apa saja yang diklarifikasi, dia tidak memberitahukannya.
Kepada wartawan, dia mengaku hanya membantu KPK guna mengklarifikasi beberapa hal. Apa saja yang diklarifikasi, dia tidak memberitahukannya.
Langganan:
Postingan (Atom)
MEMPERTAHANKAN KEDALAMAN MAKNA PANCASILA
kETIDAKSUKAANMegawati pada saat Menjadi Presiden untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila setelah berhasil mengatasi pemberotakan Berda...
-
Haryo Sengkuni adalah tokoh sentral dalam alur cerita pewayangan. Tanpa kehadiran sang patih ini cerita wayang menjadi hambar. Tiada intr...
-
JAKARTA – Janji sejumlah partai politik (parpol) yang gagal lolos untuk mengajukan uji materi ke Mahkamah Agung (MA) akhirnya terbukti. Seb...
-
Merdeka.com - Tahun 2016 telah berlalu dan berganti ke 2017. Disadari atau tidak, sangat banyak capaian pemerintah Indonesia di 2016...

