DEMOKRASI DAN POLITIK HARUS DIBAYAR MAHAL?
Jumat, 12 Juli 2013
ANTISIPASI KAMPANYE HITAM SESAMA CALEG GOLKAR
JAKARTA - Partai Golkar mencemaskan kuatnya gesekan
internal di antara para kadernya yang masuk dalam daftar calon
legislatif (caleg) Pemilu 2014. Karenanya, Golkar merasa perlu
mengantisipasinya dengan membuat aturan internal agar persaingan
antarcaleg partai pemenang Pemilu 2004 itu tidak sampai pada upaya
saling menjatuhkan yang merugikan partai.
Ketua DPP Partai Golkar, Hajriyanto Y Thohari mengungkapkan, kampanye pada Pemilu 2014 mendatang bakal sangat keras. "Bahkan bisa terjadi kanibalisme politik (menjatuhkan caleg separtai, red)," katanya kepada JPNN, Minggu (23/6).
Lebih lanjut Hajriyanto mengingatkan, kontestan pemilu sebenarnya bukanlah caleg tapi partai. Karenanya pula para caleg Golkar harus mengindarkan diri dari persaingan internal.
Hajriyanto yang juga caleg Golkar dari dapil Jawa Tengah IV itu mengharapkan adanya aturan tegas untuk mencegah kampanye hitam antarcaleg dalam satu partai maupun beda partai. "Sesuai konstitusi peserta pemilu kan parpol. Maka jangan sampai terdistorsi," ucapnya.
Sebelumnya dalam acara pembekalan caleg Golkar di Nusa Dua, Bali, Sabtu (22/6), Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie mengungkapkan bahwa banyak kader di partai berlambang beringin itu ingin ditempatkan di nomor satu dalam daftar caleg. Hanya saja, Ical -sapaan Aburizal- mengaku tidak bisa mengakomodasi keinginan kader Golkar yang ingin ditempatkan di nomor urut satu.
"Saya tak bisa berikan semuanya ke nomor satu. Saya mohon maaf atas kekurangan yang ada, dan ucapkan terima kasih atas pengertian saudara semua," katanya.
Namun demikian Ical tetap meminta kadernya menunjukkan loyalitas dan dedikasi ke Golkar. Selain itu, ia juga meminta caleg Golkar tetap bisa menjaga kekompakan dan persahabatan.
"Jaga persahabatan. Saya paham bahwa dalam pemilu, persaingan intrapartai bisa terasa lebih seru daripada antarpartai. Saya ingatkan, kita junjung kehormatan partai, serta kedepankan persahabatan di antara kita," pintanya.(ara/jpnn)
Ketua DPP Partai Golkar, Hajriyanto Y Thohari mengungkapkan, kampanye pada Pemilu 2014 mendatang bakal sangat keras. "Bahkan bisa terjadi kanibalisme politik (menjatuhkan caleg separtai, red)," katanya kepada JPNN, Minggu (23/6).
Lebih lanjut Hajriyanto mengingatkan, kontestan pemilu sebenarnya bukanlah caleg tapi partai. Karenanya pula para caleg Golkar harus mengindarkan diri dari persaingan internal.
Hajriyanto yang juga caleg Golkar dari dapil Jawa Tengah IV itu mengharapkan adanya aturan tegas untuk mencegah kampanye hitam antarcaleg dalam satu partai maupun beda partai. "Sesuai konstitusi peserta pemilu kan parpol. Maka jangan sampai terdistorsi," ucapnya.
Sebelumnya dalam acara pembekalan caleg Golkar di Nusa Dua, Bali, Sabtu (22/6), Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie mengungkapkan bahwa banyak kader di partai berlambang beringin itu ingin ditempatkan di nomor satu dalam daftar caleg. Hanya saja, Ical -sapaan Aburizal- mengaku tidak bisa mengakomodasi keinginan kader Golkar yang ingin ditempatkan di nomor urut satu.
"Saya tak bisa berikan semuanya ke nomor satu. Saya mohon maaf atas kekurangan yang ada, dan ucapkan terima kasih atas pengertian saudara semua," katanya.
Namun demikian Ical tetap meminta kadernya menunjukkan loyalitas dan dedikasi ke Golkar. Selain itu, ia juga meminta caleg Golkar tetap bisa menjaga kekompakan dan persahabatan.
"Jaga persahabatan. Saya paham bahwa dalam pemilu, persaingan intrapartai bisa terasa lebih seru daripada antarpartai. Saya ingatkan, kita junjung kehormatan partai, serta kedepankan persahabatan di antara kita," pintanya.(ara/jpnn)
Pilgub Sumsel Ulang, Lampung Warning
BANDARLAMPUNG – Kemenangan pasangan Alex Noerdin-Ishak Mekki dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan pada Juni 2013 akhirnya tertahan. Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat untuk menggelar pemilihan ulang di empat kabupaten/kota dan satu kecamatan.
Ketua MK M. Akil Mochtar saat memimpin sidang putusan perkara yang teregistrasi dengan Nomor 79/PHPU.D-XI/2013 itu menyatakan, mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian.
’’Amar putusan, mengadili, menyatakan dalam eksepsi menolak eksepsi termohon (KPU Provinsi Sumsel, Red). Dalam pokok perkara, sebelum menjatuhkan putusan akhir, mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian,’’ ujarnya saat membacakan amar putusan dalam sidang di gedung MK kemarin.
Selanjutnya amar putusan menyatakan membatalkan Keputusan KPU Sumsel No. 33/Kpts/KPU.Prov-006/VI/2013 tentang Penetapan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Sumsel 2013 bertanggal 13 Juni 2013.
Kamis, 11 Juli 2013
BPK Tolak Konsultasi Pilgub
BANDARLAMPUNG – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Lampung mengungkap fakta baru soal anggaran Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung. Lembaga ini memastikan tidak dalam kapasitas memberi konsultasi terkait penggunaan penganggaran yang akan datang. Hal itu diungkap Kepala BPK Perwakilan Lampung Dra. Vincentia Moli Ambar Wahyuni, M.M., Ak. kepada para wartawan di Gedung BPK Perwakilan Lampung kemarin.
Ambar justru mengaku kaget saat mengetahui ada pihak-pihak yang mengklaim akan dan telah berkonsultasi dengan BPK Perwakilan Lampung terkait anggaran pilgub. Ia memastikan, dirinya belum pernah menerima konsultasi apa pun, baik lisan maupun tulisan, dengan Pemprov Lampung.
Langganan:
Postingan (Atom)
MEMPERTAHANKAN KEDALAMAN MAKNA PANCASILA
kETIDAKSUKAANMegawati pada saat Menjadi Presiden untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila setelah berhasil mengatasi pemberotakan Berda...
-
Haryo Sengkuni adalah tokoh sentral dalam alur cerita pewayangan. Tanpa kehadiran sang patih ini cerita wayang menjadi hambar. Tiada intr...
-
JAKARTA – Janji sejumlah partai politik (parpol) yang gagal lolos untuk mengajukan uji materi ke Mahkamah Agung (MA) akhirnya terbukti. Seb...
-
Merdeka.com - Tahun 2016 telah berlalu dan berganti ke 2017. Disadari atau tidak, sangat banyak capaian pemerintah Indonesia di 2016...


